Research Fellowship Program

Apa itu Research Fellowship Program (RFP)?  

Pelatihan bagi para ilmuwan konservasi Indonesia masa depan sangat penting jika Indonesia ingin memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk memenuhi United Nations Sustainable Development Goals – Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB untuk daratan dan lautan. Untuk mendukung hal ini, WCS-IP meluncurkan Research Fellowship Program (RFP) yaitu suatu skema pemberian hibah skala kecil dan peningkatan kapasitas bagi mahasiswa S1 yang berencana melakukan penelitian tentang biodiversitas dan ekosistem yang terancam di Indonesia. 

Penelitian tersebut dapat dilakukan untuk disiplin ilmu yang luas yang mencakup ekosistem darat dan laut, seperti faktor pendorong menurunnya populasi spesies (mis. deforestasi, perburuan, penangkapan ikan yang berlebihan dan penangkapan ikan yang merusak), ekologi populasi spesies, genetika konservasi dan interaksi manusia – hidupan liar. 

Tujuan RFP


Menciptakan jaringan yang berkembang bagi para ilmuwan konservasi muda Indonesia, bermotivasi tinggi dan dilengkapi dengan keterampilan untuk melakukan penelitian berkualitas yang dapat menjawab pertanyaan konservasi mengenai biodiversitas di Indonesia. Untuk mencapai ini, kami akan memilih mahasiswa yang paling potensial serta berinvestasi dalam membangun kapasitas penelitian melalui pendanaan, pelatihan dan bimbingan. 

Sebagai WCS research fellow, kamu akan bekerja sama dengan tim WCS Indonesia untuk mengembangkan dan melakukan penelitian kamu! 

Apa yang saya dapat sebagai WCS research fellow ?  
Program RFP dirancang untuk menyediakan setidaknya 20 hibah per tahun yang terdiri atas empat komponen inti,

  1. Hibah riset lapangan* WCS-IP akan menyediakan hibah riset lapangan bagi mahasiswa terpilih untuk, 
    1. Transportasi ke dan dari stasiun lapangan WCS atau situs penelitian lainnya  
    2. Konsumsi dan akomodasi selama kerja lapangan per bulan  
    3. Perlengkapan lapangan standar (supplies) dan peminjaman peralatan penelitian  
    4. Izin penelitian (mis. SIMAKSI untuk taman nasional)  
    5. Biaya analisis data spesifik, mis. pengambilan sampel DNA
      *hibah riset akan disesuaikan dengan masing-masing proyek/topik penelitian 
  2. Mentoring
    Program lapangan WCS-IP akan menugaskan seorang mentor untuk setiap mahasiswa yang akan memberikan dukungan sehubungan dengan desain dan metodologi pengambilan sampel sebelum pengumpulan data dimulai, saran teknis selama kerja lapangan dan selama penyelesaian skripsi sarjana dan output komunikasi sesudahnya (misalnya artikel media dan presentasi)
  3. Training
    WCS Science Unit akan memberikan pelatihan analisis data, penulisan makalah ilmiah, dan komunikasi sains setelah pengumpulan data selesai.
  4. Networking
    WCS akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berjejaring dan berbagi pengetahuan mereka dengan tim WCS yang lebih luas, para mitranya, dan mahasiswa lain yang berpartisipasi dalam program fellowship ini. 
Setiap fellow wajib mempresentasikan hasil penelitiannya di universitas masing-masing. Selain itu, fellow juga bisa mendiseminasikan hasil penelitian di konferensi, artikel sains populer, artikel komunikasi pendek atau metode kreatif lainnya!

Contact person, Sheherazade:  indonesiarfp@wcs.org